Di Balik Bayang-bayang Perang 15 April 2007
Posted by NolBuku in Pengetahuan, Sejarah.trackback
Perang menginginkan kematian, selalu.
Perang ingin membungkam senandung merdu ibumu.
Perang inginkan kesengsaraanmu!
![]() |
Judul Shadows of War: Violence, Power, and International Profiteering in the Twenty-First Century Penulis Carolyn Nordstrom Penerbit University of California Press ISBN 0520242416 Rilis Mei 2004 Format Ukuran 3.7 MB (306 halaman) |
Lewat sebuah kajian yang provokatif dan argumentasi yang kuat mengenai kotornya politik dibalik peperangan, Carolyn Nordstrom membawa kita ‘menyaksikan’ mulai dari vitalnya survival di medan perang, melongok kantor-kantor para ‘pialang kekuasaan‘, dan meninjau suatu Jaringan Raksasa yang tidak tersentuh hukum manapun, yang menyulut api peperangan dan mengeruk keuntungan luarbiasa besar dari peperangan tersebut. Nordstrom memotret wajah-wajah manusia yang berada di garis depan peperangan, mengungkap getirnya realitas yang terlihat sekaligus yang tidak terlihat dari perang pada abad 21 ini.
Shadows of War didasarkan pada penelitian etnografis yang dilakukan pada pusat-pusat kekerasan politik dari berbagai belahan dunia. Halaman demi halamannya tidak hanya berisikan penjahat perang dan para korban mereka, namun juga terdapat para penipu, pahlawan rakyat, dan keluarga-keluarga yang menjalani hidup mereka ditengah-tengah kekerasan yang berkecamuk. Nordstrom menunjukkan bagaimana perang telah mengubah prinsip dasar kemanusiaan kita. Buku yang dirasakan sangat krusial pada masa sekarang ini, menunjukkan bahwa perang tidak terelakkan bagi negara-negara merdeka. Buku ini juga mengisahkan terbentuknya kekuasaan ekonomi secara legal maupun ilegal, dan usaha inovatif guna mencapai perdamaian.
Nordstrom mengutarakan tentang adanya jaringan finansial Internasional dengan dana tidak kurang dari trilyunan dolar, yang secara intensif mendukung peperangan. Ia melacak jalur yang bak benang kusut, yang merupakan jalan di mana obat terlarang, batu permata bernilai tinggi, senjata, sembako, dan obat-obatan dipindahkan oleh para pebisnis tingkat Intenasional, para pengeruk keuntungan, dan pelaku pasar gelap. Shadows of War menunjukkan bagaimana pengalaman para arsitek perang dan rakyat jelata dihapuskan dari liputan media, digantikan dengan cerita mengenai para ttentara, persenjataan canggih dan perebutan daerah kekuasaan. Untuk pertama kalinya, buku ini menyeruak dari bayang-banyang, menampilan wajah-wajah dari mereka yang kisahnya jarang mendapatkan perhatian dari dunia Internasional.










Komentar»
No comments yet — be the first.