Meninggalkan Bumi: Stasiun Luar Angkasa, Rivalitas Negara Adidaya dan Tantangan Perjalanan Antar Planet 20 Desember 2006
Posted by NolBuku in Pengetahuan.trackback
|
Judul Leaving Earth Penulis Robert Zimmerman Penerbit J. Henry Press ISBN 0309085489 Rilis September 2003 Format Ukuran 5.1 MB (528 halaman) |
Sejarah perjalan manusia ke luar angkasa sungguh dramatis, terkadang memakan korban dan menimbulkan musibah yang cukup besar. Musibah belum lama ini yang menimpa Pesawat Ulang-alik Columbia adalah peringatan yang menyedihkan namun menegaskan bahwa perjalanan ke luar angkasa adalah pekerjaan yang sangat berbahaya. Anehnya, terkadang diperlukan kecelakaan tragis semacam itu untuk mengingatkan bahwa kita (Amerika) masih mempunyai keberadaan di luar angkasa.
Bertahun-tahun, di antara kesuksesan dan tragedi, bangsa Amerika cenderung mengabaikan fakta bahwa sebenarnya terdapat sejumlah pioner-pioner angkasa luar yang mempertaruhkan nyawanya untuk mengeksplorasi tata surya. Memang, Stasiun Luar Angkasa Internasional, sering disebut “Alpha”, bisa menjadi bukti riil yang permanen mengenai keberadaan mereka di luar angkasa. Namun anggapan ini tidak disetujui oleh bangsa Rusia. Mereka punya alasan sendiri: sebelum dibangun konstruksi Stasiun Luar Angkasa Internasional tersebut, beberapa kosmonot pemberani dari Rusia yang dibantu hanya segelintir astronot Amerika, telah tinggal di sana berbulan-bulan lamanya, beberapa diantaranya malah lebih dari setahun. Jadi, istilah “internasional” kurang pas di benak mereka.
Robert Zimmerman menguak persaingan global antara pemimpin politik Rusia dan Amerika yang mendorong mereka berlomba menuju langit. Dengan kekalahan ketika Perang Dingin, yaitu ketika Amerika sukses menancapkan benderanya di bulan, Rusia berusaha keras menjadi yang pertama sampai di planet. Mereka percaya bahwa stasiun luar angkasa yang dihuni manusia akan memegang peranan penting untuk menggapai dunia luar angkasa. Mereka bekerja dengan menggebu membangun program stasiun luar angkasa yang layak huni — sesuatu yang akan mengecilkan arti keberhasilan Amerik a– dan memungkinkan bangsa Rusia mengklaim daerah yang luas di luar angkasa sebagai miliknya sendiri.
Walaupun sulit dibayangkan pada waktu itu, namun birokrasi berbelit dari Uni Soviet tidak menghalangi mereka untuk menang dalam lomba adu cepat pembuatan stasiun luar angkasa. Menggunakan mesin proganda dan politik tiran, Rusia mampu meluncurkan serangkain explorasi luar angkasa yang brilian dan berani. Usaha mereka tidak saja menempatkan diri jauh di depan NASA, mereka juga membantu membangun masyarakat mereka sendiri untuk berubah dari sistem diktator menjadi lebih demokratis. Pada saat bersamaan, program luar angksa Amerika di NASA juga berkembang, namun tidaklah lebih baik. Malah kedua-duanya berjalan lambat namun tidak dapat dipungkiri terjadi terjadi pertukaran tempat antara kedua musuh bebuyutan ini.
Zimmerman sebagai seorang yang ahli mengenai perjalanan luar angkasa dan didukung ratusan interview dengan kosmonot, astronot dan ilmuwan, mampu menangkap dengan baik keasyikan dan ketegangan masa lalu dari perjalanan ke luar angkasa yang kita nikmati sekarang ini. Bagi penggemar luar angkasa dan sejarahnya, Leaving Earth merupakan karya sejarah yang kaya akan petualangan, explorasi, riset dan penemuan ilmiah.









Versi gratisannya dapat dimana ya? Ada gak penerbit Indonesia yang akan segera menerjemahkan?
Di-unduh- saja Al, keliatan kan?
Kalo soal alih bahasa, ga yakin ya kecuali buku ini populer dan best seller
Benar-benar mengharukan, perjuangan manusia menuju batas terakhir kemanusiaan (seperti di Star Trex) – benar-benar menginspirasikan, saya siap jadi tenaga magang di angkasa luar.
Ini penulis kayaknya ngeblok ke timur…Hehehehe:D Tp w juga lebih suka rusia! Dari bentk pesawatnya (aneh_2) itu dpt filing dari mana ya?… Mimpi kali:D . .Maju terus (tanah sendiri ndk bisa ngurus-’hehehehe 13juta km2 lebih hanya 25% yg di tmpt hehehe